Category Archives: Dari Langit

berisi artikel hikmah keislaman yang saya tulis

Ketemu Pepeng, Ketemu Hikmah

sumber: http://maskaryo2.co.cc

Masih ingat dengan Kuis Jari-Jari yang tayang di RCTI? Tentu saja acara kuis ini tak lepas dari sosok Pepeng sebagai pemandu acara. Saya kira, dialah pelopor pemandu kuis yang ‘menjengkelkan’. Kalau diingat-ingat betul, seringkali dia mengerjai penelpon yang menjawab pertanyaan. “Yaaaaaa….. Selamat…….” dia biasa bilang begitu. Bisa dibayangkan, penelpon tadi sudah kegirangan dan jejingkrak histeris dari seberang telepon.

Read the rest of this entry

Konsistensi

“Jadi?” kalimat tanya itu memecahkan lamunan kami. Suara lembut wanita cantik itu seakan menghapus pengembaraan pemikiran kami yang terlalu jauh. “Jadi kita ikuti saja kamus besar ini,” kata seorang lelaki berkacamata tebal sambil menimang kamus seberat sekiloan kilo itu.

“Tapi pak, bukannya ada transliterasi yang membebaskan kita menentukan kata serapan?” aku memprotes bahan diskusi yang baru saja diputus secara sepihak itu. “Karena kata ‘shalat’ dalam bahasa Arab, jadi kita bisa menentukan, kita akan menuliskannya dalam kosa kata yang seperti apa itu terserah kita. Itu gaya selingkung penerbit kita pak. In House Style,” paparku memberi argumentasi.

Read the rest of this entry

Nasihat untuk Para Suami

Memang benar, silaturahim atau silaturahmi memberikan kebaikan dan keberkahan bagi pelakunya. Termasuk rezeki, seperti yang pernah disebut dalam sebuah hadits. Bagi mereka yang bersilaturahmi, Allah akan berikan rezeki. Soal rezeki, janganlah mempersempitnya dengan makna harta, uang atau finansial semata. Sebab, rezeki Allah begitu luas sehingga ribuan bahkan ratusan juta jenis rezeki yang Dia miliki, termasuk kemudahan, kelapangan hati, ketajaman pikir, daya ingat, kesehatan dan nasihat. Ya, nasihat adalah rezeki, itu setidaknya perspektif yang aku yakini.
Read the rest of this entry

Kresek…

Lelaki itu baru saja memasuki sebuah supermarket. Didorongnya sebuah trolley, sambil menyusuri selasar yang dipenuhi tumpukan segala jenis barang; ada bahan makanan, pakaian, pokoknya serba ada. Tetapi, ia masih saja berputar-putar dari satu selasar ke selasar lainnya. Seperti tak tahu apa yang ingin ia belanjakan. Sesekali tangannya menjamah barang yang ia ingin beli, tapi kemudian ia batalkan. Begitu seterusnya.

Ia tertegun. Atau lebih tepatnya terkaget-kaget. Saat potongan kecil stiker yang menunjukkan harga sebuah barang, menempel dan menunjukkan betapa mahalnya harga barang itu. Tak semurah yang ia bayangkan. Sementara, empat lembar potongan voucher belanja lima puluh ribuan, masih melekat di saku bajunya, bergeming. Tak jua ia belanjakan.
Read the rest of this entry

Kebahagiaan

Oleh : Lufti Avianto

Di sebuah masjid, baitullah, empat orang lelaki duduk melingkar. Lutut keempatnya merapat dan saling bersentuhan. Seorang di antaranya, terlihat kontras dengan ketiga lainnya. Berusia senja dengan kulit wajah mengerut dan rambut putih yang ditutupi sorban. Ia dikenal sebagai seorang bijak dari kaumnya. Atau, ketiga pemuda itu biasa memanggilnya “guru” karena ilmu dan teladannya.

Dalam kesempatan itu, seperti biasa sang guru memulai taklimnya dengan sebuah pertanyaan. Sebuah kebiasaan yang memancing nalar intelektual ketiga muridnya. “Mengapa Allah menciptakan kebahagiaan?” tanya sang guru kepada tiga lelaki pagi di hadapnya. Mendengar pertanyaan itu, ketiga pemuda mengernyitkan kening dan mulai berpikir mencari jawaban yang tepat.
Read the rest of this entry

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.