Monthly Archives: February 2010
Konsistensi
“Jadi?” kalimat tanya itu memecahkan lamunan kami. Suara lembut wanita cantik itu seakan menghapus pengembaraan pemikiran kami yang terlalu jauh. “Jadi kita ikuti saja kamus besar ini,” kata seorang lelaki berkacamata tebal sambil menimang kamus seberat sekiloan kilo itu.
“Tapi pak, bukannya ada transliterasi yang membebaskan kita menentukan kata serapan?” aku memprotes bahan diskusi yang baru saja diputus secara sepihak itu. “Karena kata ‘shalat’ dalam bahasa Arab, jadi kita bisa menentukan, kita akan menuliskannya dalam kosa kata yang seperti apa itu terserah kita. Itu gaya selingkung penerbit kita pak. In House Style,” paparku memberi argumentasi.






