Allah Tak Pernah Lari dari MakhlukNya

Maret 6, 2008

Alhamdulillah. Hari ini banyak sekali nikmat yang kuterima. Mulai dari makan siang gratis lepas shalat Zuhur tadi karena ada teman yang meng-aqiqahkan anaknya. Lumayan, gule kambing siang tadi berhasil mengganjal perut dan bisa mengirit pengeluaran.

Kabar baik berikutnya datang selepas Ashar. HP Sony Ericsson-ku berbunyi. Sebuah nomor yang tak ada di phone book-ku muncul di layar, tapi seperti pernah kukenal. Ternyata dari Madina Society yang mengabarkan bahwa aku lulus seleksi untuk mengikuti Pelatihan Menulis Artikel Angkatan II yang diasuh Farid Gaban. Esaiku yang berjudul ”Menulislah untuk Dunia” (pernah di-posting di blog ini juga) menjadi salah satu dari 16 esai yang berhasil lolos untuk mengikuti pelatihan terbatas itu. Alhamdulillah. Ini semua juga berkat doa anda sekalian.

Kabar baik yang ketiga datang saat rapat internal direktorat di kantor. Saat itu HP-ku kembali berdering. Setelah izin keluar, aku berbicara dengan seorang wanita di seberang telepon yang mengabarkan bahwa aku berhak mengikuti tes pertama di SUN TV sebagai reporter. Alhamdulillah, meski baru tahap pertama, aku bersyukur setidaknya jalan menuju cita-citaku menjadi wartawan perang mulai terbuka dan akan mulai kutapaki.

Alhamdulillah. Pujii syukurku kepada Allah atas segala nikmatNya. Tentunya ketiga nikmat ini adalah segelintir nikmat yang diberikanNya. Masih banyak nikmat yang tak bisa kita hitung tiap harinya. Udara, kesehatan, pikiran yang terang, keimanan, hidayah dan masih banyak jutaan nikmat yang sering kita lupakan.

Alhamdulillah. Setidaknya, keyakinanku bahwa Allah tak pernah lari dari tanggung jawabNya mengurusi makhlukNya semakin kuat dan insya allah semakin kuat. Namun, kerapkali kita yang lalai mengingatNya. Aku bersyukur dan beristighfar atas apa yang aku alami hari ini. Sebagai salahsatu wujud syukurku, aku mentraktir rekan sejawatku di kantor untuk makan nanti malam.

Mudah-mudahan, nikmat ini tak melalaikanku dari mengingatNya di kala mudah dan sulit, lapang dan sempit, semangat dan malas, kuat dan ketidakberdayaan, serta Yazid dan yanqush. Insya Allah.

Entry Filed under: Catatan KECIL ku. Tag: .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Lufti Avianto

"Ketika kerikil menyambut langkah, inilah seni hidup yang sebenarnya,"

Blog Stats

Human Calendar

Terpaporit

Paling Baru

Kalender Hijriyah

Link Islam

My Others Blog

Sohib

Usefull Link

Gudang Tulisan

Kategori