Kartini Masa Kini yang Terinspirasi Al-Quran

Desember 24, 2007

Oleh : Ustadz Budi Essa

Editor : Lufti.

Sosok Raden Ajeng Kartini sebagai tokoh emansipasi wanita dalam hal pendidikan memang telah diakui. Melalui perjuangannya, Kartini mencoba mengangkat derajat kaum perempuan pada zamannya yang terkotak-kotakkan oleh feodalisme. Kini perjuangan itu dilanjutkan oleh ‘Kartini Baru’, sosok wanita sederhana yang memperjuangkan kepedulian sosial terhadap sesama manusia. 

Ia adalah Hj. Kartini A. Salam yang rutin mengikuti beragam aktifitas keilmuan. Seperti pengajian K.H Qosim Nurseha pada 1970-an dan beberapa majelis taklim lainnya. Kegemarannya mengikuti kegiatan keislaman itu, menuntun keinginannya untuk turut berbagi kepada sesama yang kurang beruntung. 

Surah Al-Ma’uun yang menginspirasi.

Suatu ketika pada 1978, seperti biasanya ia mengikuti pengajian K.H Qosim Nurseha di bilangan Kebayoran. Saat itu, topik yang tengah dibahas adalah makna kandungan Surah Al-Ma’uun. Seketika itu, muncullah keinginannya untuk mendirikan panti asuhan anak yatim dan majelis taklim, sebagai tempat pembuktian kepedulian sosialnya bagi masyarakat yang tak mampu. Keinginan untuk mewujudkan cita-citanya sempat tertunda dengan keputusannya untuk pindah ke Depok pada 1978. Meski demikian, hal itu tak menyurutkan semangat yang telah membara dalam jiwa ibu dua anak ini.

Berbekal dorongan kuat dari kedua anak dan suaminya, Hj. Kartini mulai mewujudkannya dengan mendirikan Majelis Taklim Al-Muhajirin yang dikhususkan bagi kaum wanita. Beberapa waktu kemudian, ia kembali melaksanakan niat mulia lainnya dengan mendirikan panti asuhan bagi anak yatim, dhuafa dan fakir-miskin. Awalnya, ia hanya memprioritaskan mengasuh anak-anak di sekitar tempat tinggalnya, namun lama-kelamaan anak asuhnya banyak yang berdatangan dari luar Depok, bahkan dari Lombok. 

Saat ini, ia telah memiliki panti asuhan di atas tanah seluas 1500 meter² yang diberi nama Yayasan Ar-Ridho. Gedung bertingkat dua seluas 715 meter² ini menampung lebih dari 100 anak dari usia sekolah taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Bahkan 30 anak alumni panti asuhan yang telah menamatkan sekolahnya kini sudah bisa hidup mandiri dan menjadi donatur tetap yayasan yang berlokasi di Depok, Jawa Barat ini. 

Cita-cita mulia itu kini telah terwujud. Kegigihannya dalam mengaplikasikan kandungan Surah Al-Ma’uun itu telah membawanya menjadi sosok Kartini masa kini yang tidak hanya memperjuangkan pendidikan keislaman melalui majelis taklim tetapi juga membangkitkan kepedulian sosial dengan panti asuhan. Seperti buku karangan R.A Kartini dulu “Habis Gelap Terbitlah Terang”, semoga upaya Hj. Kartini membawa setitik cahaya dan harapan bagi mereka yang kurang beruntung untuk memperbaiki kualitas hidupnya. 

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang berguna. (Al-Ma’uun: 1-7)

Entry Filed under: Pernik FEATURE. Tag: .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Lufti Avianto

"Ketika kerikil menyambut langkah, inilah seni hidup yang sebenarnya,"

Blog Stats

Human Calendar

Terpaporit

Paling Baru

Kalender Hijriyah

Link Islam

My Others Blog

Sohib

Usefull Link

Gudang Tulisan

Kategori