Rudi Choirudin : Memasak Itu Ibadah
September 20, 2007
Oleh : Lufti Avianto
Berawal dari sebuah kecintaannya pada masak-memasak, kini sosok itu sudah dikenal masyarakat luas. Terutama ibu-ibu yang kerap menyaksikannya di layar kaca mendemokan aneka masakan Indonesia. Berawal dari membantu ibundanya pula, pekerjaan ‘di belakang rumah’ ini ia tekuni. Namun, memasak, bukanlah sekedar urusan goreng-menggoreng, tumis-menumis atau rebus-merebus. Baginya ada sesuatu yang luar biasa, ketika nilai ibadah bersatu dalam racikan bumbu-bumbunya. “Memasak itu ibadah,” ujarnya penuh keyakinan.
Pria kelahiran Surabaya, 28 oktober 1964 ini menjelaskan, bagaimana sebuah pekerjaan yang dinilai sepele menjadi sebuah ibadah bagi empunya. “Membuat orang senang dengan masakan kita atau mengajarkan keahlian memasak adalah ibadah” tutur pria yang tak berniat alih profesi ini.
Baginya, bila sebuah profesi dikerjakan dengan telaten dan serius, maka akan membuahkan hasil yang membanggakan. Seperti dirinya, yang telah bergelut dalam dunia masak-memasak sejak kecil ini. Alhasil, ia kini tengah mempersiapkan launching tiga cabang restoran sekaligus miliknya dalam waktu dekat.
Itu semua tidak ia dapatkan dengan mudah. “Perlu semangat dan ketekunan dalam menjalani profesi ini,” ujarnya. Sosok ikon ahli masak ini tidak main-main. Ia membuktikannya dengan menargetkan membuat dua resep dalam sehari, maka tidak heran kalau saat ini ia telah menerbitkan 25 buku resep makanan hasil jerih payahnya.
Entry Filed under: Uncategorized. .

Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed